West Ham United berada dalam situasi genting jelang berakhirnya musim Premier League 2025/2026. Klub asal London tersebut kini berada di zona degradasi dan terancam turun kasta setelah serangkaian hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir.
Kekalahan 1-3 dari Newcastle United menjadi pukulan telak bagi West Ham. Hasil tersebut membuat The Hammers tertahan di posisi ke-18 klasemen dengan 36 poin, tertinggal dua angka dari Tottenham Hotspur yang berada tepat di atas zona degradasi.
Situasi semakin sulit karena West Ham tidak lagi sepenuhnya menentukan nasib sendiri. Mereka harus berharap Tottenham gagal meraih poin dalam dua laga tersisa sambil wajib memenangkan pertandingan terakhir mereka melawan Leeds United.
Sepanjang musim ini, inkonsistensi performa menjadi masalah utama skuad West Ham. Lini pertahanan kerap melakukan kesalahan fatal, sementara produktivitas serangan tidak cukup stabil untuk mengamankan poin penting. Meski sempat menunjukkan peningkatan performa di bawah pelatih Nuno Espirito Santo, tekanan di papan bawah terus menghantui klub hingga akhir musim.
Bintang tim seperti Jarrod Bowen masih menjadi salah satu pemain paling menonjol musim ini. Namun, ancaman degradasi juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain inti West Ham. Beberapa klub besar Inggris dikabarkan siap memboyong Bowen apabila The Hammers benar-benar turun ke Championship musim depan.
Menurut data simulasi superkomputer Opta dan sejumlah prediksi statistik, peluang West Ham untuk terdegradasi sempat menyentuh lebih dari 80 persen setelah pekan ke-36.
Kini, harapan pendukung West Ham masih hidup meski sangat tipis. Laga terakhir musim ini akan menjadi penentuan apakah klub London Timur itu mampu bertahan di Premier League atau harus menerima kenyataan pahit turun kasta untuk musim depan.